House of Batubita Jogjakarta

Most Comfortable Home Stay in Jogjakarta

Travel Blog

view:  full / summary

Agro Wisata Turi dan Salak Pondohnya

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:39 AM Comments comments (0)

Salak pondoh merupakantanaman unik, dengan bentuk pohon seperti bagian atas pohon kelapasawit dengan sentuhan sedikit corak pakis, menjadi keunikan tersendiribila disusun berjajar. Buahnya yang tumbuh di pangkal bawah, berbentukkecil dengan daging buah yang kenyal serta tidak menempel dengan biji,juga rasanya yang sangat manis, menjadi nilai jual bagi buah ini.

Tahun1958, Prof. Dr. drg Sudibyo yang masih duduk di bangku SMP telahmenemukan cara pemindahan tanaman salak agar tidak mati. Setelah iamampu mengembangkan salak pondoh di kebun orang tuanya, Sudibyomengajak masyarakat setempat untuk ikut mengembangkannya. Penanamansalak pondoh yang harus mengorbankan tanaman lain awalnya mendapatpenolakan keras. Melalui kegigihan, masyarakat mulai mengikutijejaknya. Puncaknya pada tahun 1988 ketika Sudibyo memprakarsaiberdirinya Agrowisata Salak Pondoh Turi.

Menikmati Suasana Alam MenujuAgrowisata Turi, bisa melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar atau dariJalan Magelang. Memasuki kecamatan Turi, pemandangan pohon salak yangditanam berjajar di bahu jalan menjadi sensasi nuansa pedesaan setelahmelewati hamparan sawah dan kebun milik penduduk.

Jikalazimnya di halaman rumah ditanami pohon mangga atau rangkaian kebunmawar. Tidak demikian halnya dengan kawasan ini. Beberapa halaman rumahpenduduk dijadikan sepetak kebun salak pondoh. Bahkan ada beberaparumah yang dikelilingi tanaman salak pondoh dan hanya menyisakansedikit jalan yang bisa dilalui mobil pick-up kecil.

Dalamperjalanan menuju Agrowisata, papan penunjuk yang bertebaran akanmemudahkan menuju lokasi ini. Bahkan jika kebingungan, penduduksetempat akan dengan ramah memberikan arahnya.

Mengitari Taman Buah AgrowisataTuri merupakan tanah seluas 27 hektar yang disulap menjadi komplekstaman salak pondoh, tempat bermain anak-anak, pemancingan dan kolamrenang. Komplek wisata ini terletak di Kampung Gadung, DesaBangunkerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman.

Setelahmenempuh perjalanan 25 km dari pusat kota Jogja ke arah utara, sebuahpintu gerbang bertuliskan Wisata Agro akan menyambut anda. Memasukilokasi wisata yang mulai dibuka untuk umum pada tahun 1994 ini,pengunjung cukup membayar Rp. 8.000 dengan tarif ini, seorang pengantarakan menemani pengunjung mengelilingi taman salak, sebelum akhirnyabersantai di salah satu kebun untuk menikmati salak pondoh yangterkenal manis. Atau cukup membayar Rp. 2.000 jika hanya inginmelihat-lihat.

Terletak di ketinggian 200meter dari permukaan laut, suhunya sangat baik untuk pengembangan salakpondoh. Suasana sejuk masih terasa di area ini, memberikan kenyamananketika mengitari taman. Bahkan bila berjalan di antara pepohonan salak,akan terdengar desau angin seperti suara angin laut, serasa berjalan didesa pinggir pantai.

Salah satu andalanAgrowisata Turi adalah Kebun Nusantara. Tidak kurang dari 17 jenistanaman salak bisa dijumpai di kebun seluas dua hektar tersebut. Mulaidari salak pondoh super, salak pondoh kuning, salak pondoh hitam, salakcondet, salak manggala, salak gading, salak bali, salak semeru hinggasalak tanonjaya.

Selain taman buah, disinijuga terdapat taman obat-obatan. Tanamannya merupakan jenis ramuantradisional seperti jahe, temulawak, blimbing wuluh, kencur danbermacam lainnya yang terus dikembangkan.

Bersantai Dengan Keluarga Padasaat libur, Agrowisata Turi bisa menjadi alternatif bersantai dengankeluarga. Memancing di tempat pemancingan, atau bermain perahu dayungdi kolam yang terletak di samping kolam renang.

Menggelartikar di samping kolam pemancingan, atau di pondokan yang berada ditengah kolam pemancingan. Membuka bekal dan menikmatinya bersamakeluarga akan menjadi piknik yang menyenangkan. Sambil menatap birunyalangit dan burung yang sesekali melintas, atau riak air yang melingkarketika ikan muncul ke permukaan.

Sekaliwaktu, sempatkanlah mengunjungi Agrowisata Turi di penghujung tahun.Selama bulan november dan desember, kawasan ini sedang panen raya.Salak-salak kecil dan kenyal dengan rasa yang manis menghiasipohon-pohon salak betina.

Jika inginmembawa sedikit oleh-oleh, koperasi Agrowisata Turi menyediakanberaneka ragam makanan khas. Salah satunya adalah keripik salak yangmerupakan salah satu terobosan dari drg. Sudibyo untuk menanggulangikelebihan produksi salak. Keripik ini berasal dari salak pondoh yangdikeringkan, selanjutnya dibuat keripik. YogYES sempat mencicipi salakini yang rasanya cukup menyegarkan.

Untuksalak pondoh sendiri, di sepanjang jalan Turi, begitu banyak pendudukyang menjual buah ini. Harganya berkisar Rp. 2.500 hingga Rp. 3.000perkilo bila sedang musimnya, namun bisa mencapai Rp. 4.000 hingga Rp.5.000 perkilo jika sedang tidak musim.

Begitubanyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Jogja, tetapi jika memilihberwisata sambil bersantai bersama keluarga, dan menikmati manisnyabuah salak di tengah kebun yang rindang, Agrowisata Turi akan menjawabkeinginan itu. (YogYES.COM)

Naskah & Photo: R. Syah

Artistik: Sutrisno

Copyright © 2006 YogYES.COM


Sendang Sono ,Lourdesnya Indonesia

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:36 AM Comments comments (0)

  SendangSono bisa dijangkau setelah melewati jalan berliku di kaki bukitMenoreh. Anda bisa memilih dua jalur jika ingin menjangkaunya daripusat kota Yogyakarta, melewati Jalan Godean hingga Sentolo kemudianbelok ke kanan, atau melewati Jalan Magelang hingga pertigaan PasarMuntilan kemudian belok ke kiri. Jaraknya sekitar 45 kilometer, atausatu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Sebuahpintu dengan dinding samping terbuat dari batu akan mengantar andamasuk ke kompleks ziarah yang luas, terbagi atas kapel-kapel kecil,lokasi Jalan Salib, Gua Maria, pendopo, sungai dan tempat penjualanperlengkapan ibadah. Udara sejuk akan menyapa anda begitu memasukikompleks ziarah, tak heran sebab kompleks ini ditumbuhi banyakpepohonan.

Sendang Sono dinamaiberdasarkan letaknya. Sendang berarti mata air, sementara Sono berartipohon sono, sehingga nama itu menunjukkan bahwa sendang ini terletak dibawah pohon sono. Sendang beserta pohon sono dapat dijumpai denganberbelok ke kanan dari pintu masuk, sayangnya anda tak bisa melihatsendang dengan leluasa karena bilik sendang kini ditutup dengan kotakkaca.

Sebelum tahun 1904, sendang inilebih dikenal dengan nama Sendang Semagung, berfungsi sebagaipersinggahan para bhikku yang ingin menuju daerah Boro, wilayah sebelahselatan Sendang Sono. Namun, sejak 20 Mei 1904 atau kedatangan PasturVan Lith dan pembaptisan 173 warga Kalibawang menggunakan air sendang,tempat ini mulai berubah fungsi sebagai tempat ziarah umat Katholik.

Memasukikapel utama di kompleks ziarah ini, anda bisa mengenang peristiwapembaptisan yang terjadi 102 tahun lampau itu, sebab di kapel ituterdapat sebuah relief yang menggambarkan prosesi pembaptisan.Sementara memasuki Kapel bunda Maria dan Kapel Para Rasul, anda akanmengingat perjuangan Bunda Maria dan 12 rasul pertama Kristus.

Jikaingin mengenang perjuangan salah satu warga penggerak komunitasKatholik Sendang Sono, anda bisa menuju ke pemakaman di dekat Kapelbunda Maria. Di sana, anda akan menemukan makam Barnabas Sarikromo,sahabat baik Pastur Van Lith yang juga menjadi salah satu warga yangdibaptis pada tahun 1904 dan ditetapkan sebagai katekis pertama didaerah tersebut.

Sarikromo yang dilahirkanpada tahun 1874 bisa dikatakan seorang yang menerima rahmat karenasenantiasa mendekatkan diri pada Tuhan. Ketika muda, ia menderita sakitkaki yang sulit disembuhkan. Dalam doa dan janjinya untuk mengabdikandiri pada Tuhan jika kakinya disembuhkan, ia bertemu dengan Pastur VanLith yang kemudian membantu pengobatannya ke seorang bruder hinggasembuh.

Jalan salib pendek bisa menjadipilihan ibadah untuk mengenang kesengsaraan Kristus memanggul kayuSalib. Di setiap pemberhentian jalan salib itu, anda bisa menyalakanlilin sekaligus berdoa dan mengingat peristiwa-peristiwa penting dalamperjalanan Kristus menuju Bukit Golgota, seperti saat kristus jatuh duakali saat memanggul kayu salib, saat Veronica mengusap wajah Kristusdengan sapu tangannya hingga saat akhir menjelang kematian Kristus.

Berdoadi depan Gua Maria yang terletak di belakang pohon sono juga bisamenjadi pilihan untuk mencari ketenangan batin. Banyak orangmemanjatkan doa dengan bersimpuh dan menyalakan lilin di depan gua ini.Anda bahkan bisa menuliskan permohonan atau curahan hati anda dalamsecarik kertas, lalu memasukkannya dalam pot tempat pembakaran suratagar Tuhan menerimanya. Asal tahu, patung Bunda Maria yang ada dikompleks ini didatangkan khusus dari Spanyol.

Selainmenenangkan diri dan berdoa, anda juga bisa menikmati keindahanarsitektur kompleks yang dirancang oleh Y.B Mangunwijaya Pr dan meraihAga Khan Awards ini. Anda bisa duduk santai di pendopo sanbil menikmatibangunan sekeliling yang didominasi bahan batu, atau berdiri dijembatan kecil sambil menikmati indahnya sungai yang mengalir dibawahnya.

Saat hendak pulang, jangan lupamengambil air sendang dengan cara menuju keran-keran air yang terdapatdi sisi kanan sungai. Membawa pulang air sendang dan meminumnya,dipercaya dapat mendatangkan berkah. Dengan membawa air sendang itu,tentu perenungan dan permohonan yang disampaikan selama ibadah akanlebih komplit.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo

Photo: Sigit Nugroho

Artistik: Agung Sulistiono Mabruron

Copyright © 2006 YogYES.COM


Brahmana dan Hewan Kepiting

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:33 AM Comments comments (0)

Pada tembok Candi Mendut    terdapat relief yang merupakan lukisan cerita hewan atau fabel yang dikenal dari Pancatantra atau jataka. Cerita lengkapnya disajikan di bawah ini:

Maka adalah seorang brahmana yang datang dari dunia bawah dan bernama Dwijeswara. Ia sangat sayang terhadap segala macam hewan.Maka berjalanlah beliau untuk bersembahyang di gunung danberjumpa dengan seekor kepiting di puncak gunung yang bernama Astapada,dibawa di pakaiannya. Maka kata sang brahmana: “Kubawanya ke sungai,sebab aku merasa kasihan.” Maka iapun berjalan dan berjumpa dengansebuah balai peristirahatan di tepi sungai. Lalu dilepaslah si kepitingoleh sang brahmana. Si Astapada merasa lega hatinya. Sedangkan sangbrahmana beristirahat di balai-balai ini. Ia tidur dengan nikmat,hatinya nyaman.Adalah seekor ular yang berteman dengan seekor gagak danmerupakan ancaman bagi sang brahmana. Maka kata si ular kepada kawannyasi gagak: “Jika ada orang datang ke mari untuk tidur, ceritakan padaku,aku mangsanya.”Si gagak melihat sang brahmana tidur di balai-balai. Segeralahkeluar si ular katanya: “Aku ingin memangsa matanya kawan.” Begitulahperjanjian mereka.Si kepiting yang dibawa oleh sang brahmana mendengar. Lalu katasi kepiting di dalam hati: “Aduh, sungguh buruk kejahatan si gagak danular. Sama-sama buruk kelakuannya.” Terpikir olehnya bahwa si kepitingberhutang budi kepada sang brahmana. Ia ingin melunasi hutangnya, makapikirnya. “Ada siasatku, aku akan berkawan dengan keduanya.” Maka ujarsi kepiting, “Wahai kedua kawanku, akan kupanjangkan leher kalian,supaya lebih nikmat kalau kalian ingin memangsa sang brahmana.” – “Akusetuju dengan usulmu, <laksanakanlah> dengan segera.” Begitulahkata si gagak dan si ular keduanya. Kedua-keduanya ikut menyerahkanleher mereka dan disupit di sisi sana dan sini oleh si kepiting dankeduanya langsung putus seketika. Matilah si gagak dan si ular.



Sumber: Wikimedia

Candi Mendut

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:29 AM Comments comments (0)

Candi Mendut adalah sebuah candi berlatar belakang agama Buddha. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur.

Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama veluvana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.

Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah.

Tinggi bangunan adalah 26,4 meter.

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yangberselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyanganberupa bidadara dan bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Pada kedua tepi tangga terdapat relief-relief cerita Pancatantra dan jataka.

Hariti.Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranyaAwalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuhcandi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksi yang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.

Buddha dalam posisi dharmacakramudra.Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra.Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasangrusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara(Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi. Sekarang di depan arcaBuddha diletakkan hio-hio dan keranjang untuk menyumbang. Para pengunjung bisa menyulut sebuah hio dan berdoa di sini.

[sunting] Kronologi penemuan1836 – Ditemukan dan dibersikan1897 – 1904 kaki dan tubuh candi diperbaiki namun hasil kurang memuaskan.1908 – Diperbaiki oleh Theodoor van Erp. Puncaknya dapat disusun kembali.1925 – sejumlah stupa disusun kembali.


Sumber: Wikimedia


 

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:23 AM Comments comments (0)

 Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungibangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudurdibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno,keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorangIndonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobuduradalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampirseratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurutbeberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

BangunanBorobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karenatingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat palingbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuklingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yangmenghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapankehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yangingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatankehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu,melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnyadisebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskandiri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkattersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat diatasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubangdisebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiaptingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahirpembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalansearah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnyaBorobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaituRamayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisimasyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yangmencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan reliefkapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktuitu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhanrelief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orangyang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untukmengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapatmengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India padaabad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelumAngkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkatmengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa(salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaranBudha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibettentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pundiringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salahsatu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalahbagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi ituditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnyaberdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi.Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautansusu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapayang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengansegala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang darisegala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harusdikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisaberkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar danWanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda jugabisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panoramaBorobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo

Photo: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu-Boko



Jathilan Dance

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:20 AM Comments comments (0)

The traditional dance called jathilan is usually performed in villages, in publicspaces besides of roads and so on. Jathilan dance is played in a yardwith its audience standing around the players and musicians.

 

Thisattraction is dominated by magic power and accompanied by traditionalmusic. The supernatural power will be demonstrated when the dancers gointo trance by their eating glass,razor blades and so on. The dancersare also protected against being struck or burnt.

 

Visitors can see this entertainment on request, arranged by a travel agency. Occasionally this dance can be found in public spaces without prior arrangement.

Diambil dari artikel yang dipublikasikan oleh: Jogja Tourism Travelling

Ketep Pass

Posted by BatubitaJogja on October 8, 2009 at 11:52 PM Comments comments (0)

Ketep Pass yang Menawan


Bila anda pergi ke Jogja, maka tidak akan menarik bila anda tidak berkunjung ke kawasan puncak passnya Merapi dan Merbabu (Ketep Pass). Ketep Pass senriri terletak di daerah antara dua pegunungan yang cukup besar di Jawa Tengah yakni Merapi dan Merbabu. Desa Ketep merupakan desa yang termasuk dalam wilayah kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Alam yang indah, udara yang begitu sejuk dengan berbagai pilihan belanja vegetatif sangat nyaman untuk dikunjungi.

Kami sediakan satu kendaraan khusus bagi anda yang ingin menikmatinya, tentu saja dengan harga yang sangat spesial.



Rss_feed

Recent Blog Entries

by BatubitaJogja | 0 comments
by BatubitaJogja | 0 comments
by BatubitaJogja | 0 comments
by BatubitaJogja | 0 comments