House of Batubita Jogjakarta

Most Comfortable Home Stay in Jogjakarta

Travel Blog

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Posted by BatubitaJogja on October 9, 2009 at 12:23 AM

 Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungibangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudurdibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno,keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorangIndonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobuduradalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampirseratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurutbeberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

BangunanBorobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karenatingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat palingbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuklingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yangmenghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapankehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yangingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatankehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu,melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnyadisebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskandiri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkattersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat diatasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubangdisebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiaptingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahirpembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalansearah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnyaBorobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaituRamayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisimasyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yangmencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan reliefkapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktuitu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhanrelief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orangyang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untukmengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapatmengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India padaabad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelumAngkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkatmengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa(salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaranBudha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibettentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pundiringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salahsatu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalahbagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi ituditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnyaberdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi.Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautansusu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapayang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengansegala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang darisegala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harusdikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisaberkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar danWanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda jugabisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panoramaBorobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo

Photo: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu-Boko



Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments